Mengenai PUSBANGSISDIK
Meningkatkan kompetensi SDM berlandaskan nilai-nilai Islami di tingkat Global
Latar Belakang
Jumlah tenaga medis dan kesehatan di Indonesia pada saat ini meningkat seiring dengan perlunya peningkatan kompetensi dari tenaga medis dan kesehatan sehingga pelayanan pada masyarakat pun semakin meningkat kualitasnya. Namum pemerintah tidak dapat menyerap semua tenaga medis dan kesehatan untuk dapat bekerja pada layanan kesehatan yang dimiliki oleh pemerintah, sehingga banyak tenaga medis dan tenaga kesehatan yang harus melayani masyarakat pada layanan kesehatan mandiri.
Menjaga kualitas layanan merupakan tuntutan oleh seluruh stakeholder agar layanan kesehatan berjalan sesuai harapan dan tuntutan dari masyarakat. Munculnya berbagai jenis tuntutan masyarakat sesuai dengan perkembangan global saat ini juga mengharuskan tenaga medis dan kesehatan mengikuti perkembangan tuntutan masyarakat dan global tersebut, sehingga dibutuhkan wadah atau institusi yang dapat mengembangkan dan menjaga kualitas berbagai jenis tuntunan masyarakat dan perkembangan global dalam bentuk institusi pengembangan kompetensi.
Permasalahan tenaga medis yang bekerja pada layanan kesehatan anti aging, degeneratif dan estetik menjadi contoh konkrit dimana tuntutan masyarakat dan perkembangan global pada layanan tersebut tidak memperoleh regulasi perlindungan kepada tenaga medis dan kesehatan yang bekerja pada area tersebut. Pembentukan institusi pengembangan kompetensi tenaga medis dan kesehatan merupakan wadah yang dapat menjaga perkembangan dan kualitas layanan kesehatan yang sesuai dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan global.
Pada pertengahan tahun 2023 di cetuskan ide untuk membentuk institusi pengembangan kompetensi di Universitas Muhammadiyah Jakarta dimana ide ini di gagas oleh tokoh nasional kesehatan Prof. Dr. Abdul Razak Thaha. M.Sc. yang kemudian ide ini disambut baik oleh Pimpinan Universitas Muhammadiyah Jakara periode 2022-2026 dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Rektor No 810 Tahun 2023.
Visi
Menjadi Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Insani yang Unggul dan Kompetitif berlandasakan nilai-nilai Islami di tingkat Global.
Misi
Menata Tata Kelola dan tata pamong kelembagaan.
01
Menata Manajemen penyelenggaraan pelatihan.
02
Menyiapkan kurikulum pelatihan.
03
Menata penjaminan mutu penyelenggaraan Pendidikan dan pelatihan tenaga Kesehatan.
04
Menata sistem informasi yang efektif dan informatif dalam penyelenggaraan Pendidikan dan pelatihan.
05
Memperluas Kemitraan dan Kerjasama dengan Lembaga pemerintah dan swasta baik dalam maupun luar negeri.
06
Tujuan
Mengidentifikasi pengembangan kompetesi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
01
Merumuskan Kurikulum kompetensi sesuai dengan jenis pengembangan komptensi yang akan disusun.
02
Mengembangkan sumber daya TPK dan Pengendali pelatihan.
03
Melaksanakan Pelatihan-pelatihan sesuai Kurikulum yang telah di setujui oleh pemerintah atau unsur yang terkait.
04
Budaya Organisasi
Budaya kerja organisasi penting karena merupakan salah satu aset terkuat sekaligus tanggung jawab terbesar.
Faktanya, organisasi yang memiliki budaya organisasi yang langka dan sulit ditiru akan mendapatkan keuntungan dari budaya organisasi tersebut sebagai keunggulan kompetitif (Barney, 1986).
Dalam survei yang dilakukan oleh perusahaan konsultan manajemen Bain & Company pada tahun 2007, para pemimpin bisnis di seluruh dunia mengidentifikasi budaya perusahaan sama pentingnya dengan strategi perusahaan untuk kesuksesan bisnis (Mengapa budaya bisa berarti hidup atau mati, 2007).
Hal ini tidak mengherankan jika banyak pemimpin bisnis yang sukses, selalu mengaitkan kesuksesan perusahaannya dengan budaya kerja organisasinya.
Peneliti menemukan hubungan antara budaya organisasi dan kinerja perusahaan, sehubungan dengan indikator keberhasilan seperti pendapatan, volume penjualan, pangsa pasar, dan harga saham (Kotter & Heskett, 1992; Marcoulides & Heck, 1993).
Pada saat yang sama, penting untuk memiliki budaya yang sesuai dengan tuntutan lingkungan perusahaan.
Sejauh nilai-nilai bersama sesuai untuk perusahaan yang bersangkutan, kinerja perusahaan dapat memperoleh manfaat dari budaya (Arogyaswamy & Byles, 1987).
Selain mempunyai implikasi terhadap kinerja organisasi, budaya kerja organisasi juga merupakan mekanisme kontrol yang efektif untuk mendikte perilaku karyawan.
Budaya sebenarnya merupakan cara yang lebih ampuh untuk mengendalikan dan mengelola perilaku karyawan dibandingkan peraturan dan regulasi organisasi. Ketika permasalahan bersifat unik, peraturan cenderung kurang membantu.
Sebaliknya, menciptakan budaya layanan pelanggan mencapai hasil yang sama dengan mendorong karyawan untuk berpikir seperti pelanggan, mengetahui bahwa prioritas perusahaan dalam hal ini jelas: Menjaga kepuasan pelanggan lebih baik daripada masalah lain seperti menghemat biaya pengembalian dana.
HANIF (Core Values)
Setiap insan dalam organisasi Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Insani, bekerja berdasarkan 5 core values (nilai utama) yakni HANIF yang dilandasi oleh 3 modal utama yakni: Jujur, Iklas dan Syar’I atau JIS.
Seseorang yang HANIF menurut para muffassir, yaitu:
Menjauhi Kesalahan
Orang yang meninggalkan atau menjauhi kesalahan dan mengarahkan dirinya kepada petunjuk yang benar.
Mengikuti yang Benar
Orang yang secara terus menerus mengikuti kepercayaan yang benar tanpa keinginan untuk berpaling dari padanya.
Berusaha Berperilaku Sempurna
Seseorang yang cenderung menata perilakunya secara sempurna
Struktur HANIF
HANIF sebagai Nilai Utama Budaya Kerja Pusbangsisdik terdiri dari bagian-bagian berikut.
Harmoni
- Menghargai setiap orang apa pun latar belakangnya
- Selalu berusaha membangun lingkungan kerja yang ramah
- Menerapkan prinsip gotong royong di mana saling menolong anta sesama insan
01
Akuntabel
- Jujur, istiqomah dan berintegritas dalam melaksanakan setiap tugas dan kewajiban
- Menggunakan kekayaan dan milik organisasi seacara bertanggung jawab dan tidak menyalahgunakan wewenang yang diamanahkan pada dirinya
- Percaya bahwa setiap insan akan diminta pertanggungjawaban atas setiap kata, sikap dan perilakunya
02
Non-maleficence
- Tidak melakukan sesuatu yang merugikan dan atau mencederai siapa pun
- Memberi pelayanan dengan niat membantu dan menyelesaikan masalah
- Hanya melakukan sesuatu yang benar dan menghindar diri dari kesalahan atau kejahatan
03
Inklusif
- Membangun dan mengembangkan lingkungan yang lebih terbuka.
- Saling berterima antar pandangan yang berbeda.
- Mewujudkan tatanan masyarakat yang lebih dekat, akrab dan ramah antar sesama.
04
Futuristik
- Kepercayaan bahwa tujuan kehidupan dan keinginan terletak pada masa depan
- Berfikir kritis dan bekarya inovatif
- Percaya dan adaptif terhadap perkembangan ilmu, tenologi dan seni
05
Transformasi Budaya
Transformasi Budaya Kerja Pusbangsisdik dirancang melalui program TERUKUR, TERENCANA, dan KOMPREHENSIF, agar dapat membangun Insan yang berkualitas dan mengembangkan karakter setiap individu dalam organisasi/perusahaan.
Untuk mewujudkan hal tersebut terlebih dahulu perlu menyelaraskan 3 (tiga) hal komponen yakni:
Keselarasan Visi – Misi – Makna
Keselarasan Nilai – Sistem – Keselarasan Kepemimpinan
Keselarasan Nilai Utama HANIF sebagai Budaya Kerja
Keselarasan ini berlandaskan Modal Dasar JIS – Jujur, Ikhlas dan Syar’i
Agar Transformasi Budaya dapat benar-benar bisa berjalan efektif, Pusbangsisdik memberlakukan setiap program secara “customize”. Program bisa dipilih sesuai kebutuhan dan hasil yang menjadi harapan dari organisasi CCD.
Tim di balik PUSBANGSISDIK
Certified Body For Person – Indonesia National Nurses Association (CBP-INNA) merupakan lembaga yang didirikan oleh Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Indonesia (DPP-PPNI) dengan tujuan memberikan kredensial/sertifikasi kepada individu perawat yang memenuhi persyaratan kompetensi khusus dalam melaksanakan praktik keperawatan. CBP-INNA didirikan pada tanggal 18 Maret 2022 dan disahkan melalui surat keputusan Nomor 053/DPP.PPNI/SK/K.S/III/2022.





